Menu

Battle of Surabaya, Film Animasi Pertama Reza Rahadian

Film Animasi Reza Rahadian yang pertama

Seorang aktor jelas dituntut untuk selalu profesional dalam melakonkan perannya. Tak hanya menjiwai dalam mendalami sebuah peran dan total dalam berakting, seorang aktor juga dituntut untuk mampu menghidupkan sebuah karakter yang ditampilkan.

Bahkan bila, yang muncul hanya suara saja, seperti misalnya dalam sebuah film animasi. Seorang aktor tetap harus mampu untuk menghidupkan karakter tokohnya.

Hal tersebut ditunjukkan, oleh aktor muda kawakan Reza Rahadian yang sempat mengisi suara seorang tokoh bernama Danu dalam film animasi berjudul Battle of Surabaya.

10 November Jadi Inspirasi, Totalitas Reza Rahadian

Film Battle of Surabaya ini diilhami oleh latar belakang pertempuran 10 November di Surabaya, dimana “Arek-Arek Suroboyo” yang dimotori oleh Bung Tomo bergerak melawan gempuran tentara sekutu.

Kedahsyatan perang ditangkap lewat animasi besutan sutradara Aryanto Yuniawan, dan diproduksi oleh MSV Pictures yang secara detil menceritakan tentang keberanian Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang heroik dan pemberani, dimana Ia dengan sangat herois melakukan tugasnya sebagai seorang agen rahasia demi mendukung perjuangan “Arek-Arek Suroboyo” dengan cara mengantarkan pesan rahasia terselubung pada para tokoh perjuangan.

Jalan cerita yang penuh intrik mewujudkan rasa Nasionalisme dengan bergerak bersatu padu melawan sekutu pada masa itu, diilustrasikan dengan sangat luar baik oleh animator Indonesia, yang jelas tak kalah dengan animator luar negeri.

Selain Reza Rahadian segudang nama terkenal juga dipercaya sebagai dubber di Film tersebut, Maudy Ayunda yang mengisi suara tokoh Yumna adalah salah satunya.

Tak ketinggalan pula ada Dominic sebagai Musa, Jason Williams yang memerankan Capt. John Wright,  Tanaka Hidetoshi (Capt. Yoshimura), Patrick (Mr. Ploegman), Alejandro Esteban (A.W.S Mallaby), Nuriko Okuyama (Kioko), Vanhoebrouck Patrick Bernard yang berperan sebagai (P.J.G. Huijer) dan Marco sebagai Abdan.

Mengisi suara seorang tokoh animasi jelas berbeda dengan berlakon sebagai tokoh dalam sinema real. Ini adalah salah satu tingkat kesulitan menjadi seorang dubber, aku Reza Rahadian.

Tak hanya harus mampu menghidupkan karakter tokoh, apalagi film animasi “Battle of Surabaya” adalah film animasi berlatar belakang fakta sejarah yang sudah pasti beberapa karakter tokoh yang ada didalamnya adalah karakter asli dan benar-benar pernah ada dalam sejarah.

Tidak hanya dari segi pelafalan, memerankan tokoh animasi dengan latar belakang sejarah juga butuh penjiwaan, meski bisa berakting dalam film real. Reza Rahadian juga harus berlatih dengan telaten untuk bisa menjadi dubber yang mampu memberikan nyawa bagi tokoh dalam film animasi tersebut.

Oleh karena itu kesabarannya benar-benar diuji, dia harus mendengarkan aksi dan memahami setiap aksi yang ditampilkan sehingga bisa bereaksi dengan pas. Dialog juga harus saling menyambung, tak boleh patah-patah, butuh konsentrasi jelasnya.