Menu

Farah Quinn Sebut Banyak Chef Tidak Bisa Masak Makanan Khas Indonesia

Jika ditanya lebih suka mana masak kue atau masak makanan, Chef seksi Farah Quinn menyebut lebih senang memasak kue.

Meski demikian Chef cantik kelahiran Bandung 33 tahun silam ini juga memiliki kemampuan memasak banyak makanan khas Indonesia.

Ya, kesenangan chef Farah memasak kue juga dibarengi dengan pengetahuannya yang banyak terhadap beragam makanan dari daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Saya biasa menyebutnya baking,” ujar Farah di acara Top Chef Indonesia di Senayan City belum lama ini.

Chef Farah Quinn

Farah Quinn sebut banyak chef tidak bisa masak makanan lokal Indonesia

Di acara tersebut, Farah Quinn mengeluarkan unek-uneknya yang merasa malu mengetahui banyak chef yang ikut audisi tapi tidak tahu cara memasak makanan khas Indonesia.

Menurut pemilik nama asli Farah Fauzan ini, banyak chef yang lebih terampil dan menguasai seni memasak makanan asing ketimbang makanan lokal.

“Orang Indonesia tapi tidak mahir memasakan makanan lokal, kita mesti malu,” ujar Farah di acara jumpa pers tersebut. “Tidak ada yang benar-benar bisa memasak makanan lokal Indonesia, jika ditanya malah bisa memasak pasta.”

“Di sisi lain tidak ada pengajaran kepada mereka bahwa mereka sebaiknya menguasai dulu cara memasak makanan Indonesia baru mencoba memasak makanan luar negeri,” tambah Farah.

Sementara itu, Will Merrick, salah satu juri dalam acara Top Chef Indonesia membenarkan ucapan Farah. Menurut Merrick, kebanyakan tantangan dalam acara Top Chef Indonesia kelak berasal dari pengetahuan lokal.

Di sela-sela acara jumpa pers tersebut, Farah Quinn sempat mengetes wartawan dengan memberikan pertanyaan seputar kue tradisional. “Coba sebutkan tiga kue asli Palembang. Kue yah, bukan empek-empek, itu bukan kue,” ujar Farah sambil tertawa.

Farah kemudian membagi pengetahuannya tentang kue khas Palembang. Chef cantik yang sekarang menjadi bintang iklan beberapa produk komersil ini menyebut ada banyak kue khas daerah Palembang seperti kue Gandus, Delapan jam dan Lempok.

Di akhir sesi jumpa pers tersebut, Chef Chris Salans mengungkapkan harapannya agar melalui acara Top Chef Indonesia ini keadaan yang disebutkan Farah tersebut dapat berubah. Chris berharap agar kontestan nanti juga bisa memasak makanan khas Indonesia.