Menu

Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Romantis Berbalut Religi

Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Kisah percintaan dalam sebuah drama memang terkadang membosankan apalagi jika alur ceritanya monoton. Itu mungkin yang ada di benak penonton yang selama ini sering menonton film Indonesia.

Tapi alhamdulillah saat ini semakin banyak produser dan sutradara dalam negeri yang mampu melahirkan film-film berkualtias, salah satunya adalah film Ketika Tuhan Jatuh Cinta.

Film ini adalah buah karya seorang sutradara perempuan bernama Fransiska Fiorella. Ketika Tuhan Jatuh Cinta mampu membuat penonton yang menyaksikannya menjadi terenyuh menyaksikan kisah cinta yang romatins berbalut nilai-nilai religi yang sangat kental.

Kebanyakan orang mungkin merasa aneh dengan judul film ini, begitu pula yang dirasakan oleh Reza Rahadian, salah satu pemain dalam Ketika Tuhan Jatuh Cinta.

“Iya semuanya dimulai saat saya dan bapak produser bertemu. Kita mengobrol, tapi setelah mendengar judulnya, seketika saya sangat tertarik, unik sekali,” ungkap Reza saat berada di acara pemotongan tumpeng dan syukuran film ini di Kemang, Jakarta tanggal 14 November 2013 lalu.

Novel Berbuah Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Seperti kebanyakan film laris lainnya, Ketika Tuhan Jatuh Cinta juga adalah sebuah novel sastra yang difilmkan. Buku dengan judul yang sama ditulis oleh Wahyu Sujani. Sebuah novel yang hebat memang selalu mengundang produser untuk memfilmkannya.

Film ini didukung oleh para aktor dan aktris papan atas yang kemampuan beraktingnya patut diacungi jempol seperti Didi Petet, Aulia Sarah, Reza Rahadian, Josua Pandelaki, Dewi Irawan, Ibnu Jamil, Renata Kusmanto, Enzy Storia, Tamara Tyasmara, Roy Karyadi dan lainnya.

Kisah Cinta Dan Religi Menyentuh Hati

Ketika Tuhan Jatuh Cinta adalah kisah tentang perjalanan hidup Fikri (Reza Rahadian). Pemuda sederhana yang berprofesi sebagai seniman pasir ini harus menjalani kehidupan penuh dengan cobaan. Sebagai rasa cinta Allah kepadanya, dia terus mendapatkan ujian yang membuatnya menjadi semakin tegar.

Para wanita mulai banyak yang mendekatinya. Walaupun begitu, dihatinya hanya ada Leni. Tapi hubungannya tak berjalan seperti yang direncanakan.

Ditambah lagi dengan Lidya yang merasa putus asa karena hamil dengan pacarnya Irul (Ibnu Jamil), lalu muncul Shira, seorang perempuan berdarah Prancis – Mesir. Adiknya yang berubah menjadi bebas dan tak terkontrol akibat patah hati serta orang tuanya yang meninggal bersamaan.

Kisah hidup Fikri yang sangat menyentuh ditambah kemampuan akting para pemeran membuat penonton serasa terbius dan larut mengikuti alur certia sampai selesai.

Jika anda menyukai film-film bergenre drama dan cerita kehidupan, ada baiknya anda menyisihkan waktu untuk menonton film ini bersama orang yang anda kasihi.

Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta sudah tayang mulai tanggal 5 Juni. Sangat cocok mengisi waktu liburan anda di akhir pekan.