Menu

Meninggalnya Maestro Violin Senior Idris Sardi

Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia setelah maestro biola papan atas Indonesia, Idris Sardi dinyatakan telah meninggal dunia. Ayah dari aktor terkenal Lukman Sardi itu meninggal kemarin hari senin pagi tanggal 28 April.

Tentu saja berita tersebut mengagetkan banyak orang terutama mereka yang dekat dengan almarhum. Idris Sardi tutup usia pada umur 75 tahun di Rumah Sakit Meilia.

Salah seorang putri Idris, Santi Sardi mengungkapkan bahwa almarhum meninggal akibat sesak nafas. “Hari sabtu lalu masuk Rumah Sakit Meilia, Cibubur. Tapi tadi pagi tiba-tiba saja jantungnya tidak dapat berfungsi. Kata suster jam 07.25 sudah meninggal,” jelas Santi.

“Masuk rumah sakit memang sudah lama, ayah diam dan pernah drop. Memang sengaja tidak memberitahukan banyak pihak, karena takut kelelahan jika terlalu banyak mengobrol.” tambahnya.

Idris Sardi meninggal dunia

Idris Sardi meninggal dunia

Ternyata selain penyakit tersebut, Idris Sardi juga diketahui mengidap penyakit lain. Hal tersebut diungkapkan oleh artis Dorce Gamalama yang menyebut pemain violin professional itu memiliki masalah pada paru-parunya.

“Iya saya lupa waktu tepatnya, tapi saya memang pernah melihat Om Idris mengeluarkan darah ketika batuk saat bermain biola,” cerita Dorce sambil berurai air mata.

Pria kelahiran 7 Juni 1938 itu disemayamkan di Rumah Kreatif yang berlokasi di Perumahan Bumi Cimanggis Indah Blok B 1 No. 9, Jalan Pekapuran, Cimanggis – Kota Depok, Jawa Barat pada kemarin siang sebelum dikebumikan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Banyak kerabat dan keluarga yang datang mengucapkan belasungkawa baik secara langsung maupun melalui media sosial. Idris Sardi telah mengenal biola saat usianya baru enam tahun.

Hal tersebut membuatnya sudah sangat piawai dalam memainkan violin ketika berumur sepuluh tahun dan mendapat sambutan baik pada penampilan pertamanya di Kota pelajar Yogyakarta pada tahun 1949.

Ayahnya yang merupakan maestro biola orkes RRI meninggal saat Idris berusia 16 tahun. Hal itu mengharuskan pria kelahiran 1938 itu menggantikan posisi ayahnya menjadi violis pertama dari orkes RRI Jakarta yang dipimpin oleh Saiful Bahri.

Nama Idris Sardi memang telah besar, baik didunia musik. Pria ini lebih diketahui sebagai illustrator musik serta composer, karena memang memiliki talenta yang tak perlu diragukan lagi.

Bahkan sang maestro pernah mendapatkan beberapa penghargaan dalam kategori Penata Musik Terbaik pada film Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974) dan Doea Tanda Mata (1985).