Menu

Gunakan Narkoba, Roger Danuarta Ditangkap Polisi

Pesinetron muda Roger Danuarta harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kepemilikan sejumlah heroin dan ganja. Roger ditemukan pingsan di dalam mobilnya dengan sebuah jarum yang masih tertancap di lengannya.

Awalnya, Roger menjadi perhatian warga sekitar saat mengendarai mobil dan tiba-tiba membanting kendaraannya sehingga hampir menabrak sebuah mobil.

Mobil Roger kemudian berhenti mendadak di Jalan Kayu Putih Tengah. Ketika masyarakat mendekat ke mobil tersebut, terlihat Roger yang tergeletak pingsan dengan jarum suntik di lengannya.

Warga sekitar kemudian berusaha mengeluarkan Roger dari dalam mobilnya tapi aktor kelahiran 1982 tersebut terus melawan.

Foto Roger Danuarta gunakan heroin

Foto Roger Danuarta gunakan heroin

“Sulit sekali mengeluarkannya dari mobil karena dia menolak,” ujar Gugun, seorang satpam di wilayah tersebut.

“Dia tampak seperti orang bingung. Dia terus memegang kemudi dan menolak ditarik keluar,” lanjut Gugun.

Polisi yang datang ke lokasi langsung membawa Roger Danuarta ke Polsek Pulogadung. Penyidik kemudian menunggu aktor tersebut sadar dari pengaruh narkobanya.

Sementara itu, Sri Bhayangkari, juru bicara Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur membenarkan penangkapan Roger Danuarta.

“Ya benar semalam ada yang kami tangkap atas nama Roger Danuarta,” ujar Sri. Menurut Sri, Roger ditangkap karena menggunakan narkoba di dalam mobil dengan nomor polisi B 368 RY.

Usai pemeriksaan, Roger menemui wartawan di depan polsek. Kepada wartawan yang telah mengerubunginya Roger mengaku telah menggunakan narkoba jenis heroin dan menyesali perbuatannya tersebut.

“Yang pasti saya menyesal dan penangkapan ini adalah berkah bagi saya,’ ujar Roger. Aktor yang pernah bermain dalam sinetron ‘Siapa Takut Jatuh Cinta’ ini juga meminta maaf kepada para fans dan keluarganya.

Saat jumpa pers tampak ibunda dan kakak Roger berdiri di belakangnya. Ibunda Roger, Ernawati mengaku sangat terkejut dan lemas dengan penangkapan anaknya tersebut. Saat diwawancara media, suaranya sangat pelan nyaris tak terdengar.

“Saya tidak bisa bercerita banyak, semua telah ditangani pihak berwajib,” ujar Erna. Sebagai orangtua, Erna berharap anaknya itu dapat menjalani rehabilitasi dan melepaskan ketergantungannya terhadap narkoba.

Akibat perbuatannya tersebut, Roger akan menjalani hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun sesuai pasal 111/112 subsider pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009.